Kamis, 24 November 2016

Keguguran dan Menjadi Ibu Rumah Tangga

Assalamualaikum wr.wb

Alhamdulillah 1 lagi perjalanan hidup saya yang begitu berarti bagi saya. Entah ini bisa disebut kabar duka ataupun kabar gembira. Namun, tidak ada sejarahnya ujian itu tidak ada hikmahnya.


Beberapa waktu lalu saya dan BH mengalami ujian pertama dalam pernikahan kami. Ya, saya mengalami keguguran diusia kandungan saya menginjak 6 minggu. Sedih? pasti. Terpukul? pasti. Saya dan BH pun menanangis semalaman sambil berpelukan. Bagaimana tidak terpukul, janin yang kami nantikan harus luruh diusia kehamilan 6 minggu. (Bukan diaborsi paksa), tapi mengalami Abortus Spontan. Dimana dalam situasi ini janin luruh (keluar) dengan sendirinya. Dan syukur alhamdulillah kejadian ini saya lalui tanpa kuretase (kuret), Maha Besar Allah...walaupun sempat divonis dokter bahwa saya mengalami indikasi "hamil diluar kandungan", namun setelah diobservasi alhamdulillah tidak terjadi.

Apa itu "hamil diluar kandungan ?" Hamil di luar kandungan adalah dimana kantung kehamilan berada bukan di dalam rahim pada lazimnya, melainkan di spot2 yang berbahaya, diantaranya di saluran sel telur/biasa disebut saluran tuba falopi kiri/kanan tempat sel telur keluar ke rahim. Bahkan di tempat lain. Dan kalau sampai benar hamil diluar kandungan berarti harus dilakukan tindakan operasi untuk pengangkatan saluran tuba falopi yang di singahi oleh kantung kehamilan. Karena kalau dibiarkan akan mengakibatkan kantung kehamilan tsbt pecah yg akan membahayakan kematian bagi sang ibu.

Yang saya alami ini, saya mengalami pendarahan selama 3 hari disertai keluarnya gumpalan darah, namun setelah di USG diluar rahim saya terdapat cairan bebas, dan  indikasi dokter obgyn saya mengalami dua kemungkinan yaitu :
1. Abortus spontan dimana kondisi janin keluar/luruh/gugur secara alamiah dengan adanya pendarahan pada sang ibu (janin keluar sendiri, jd bukan berarti "di aborsi paksa")

2. Saya mengalami kehamilan diluar kandungan, karena terdapat salah satu ciri hamil diluar kandungan yaitu adanya cairan bebas yang dokter pada saat itu masih blm tahu itu cairan apa (darahkah/cairan biasa)

Oleh karena itu dokter obgyn saya mengambil keputusan untuk di lakukan observasi kepada saya 1 s/d 2 minggu kedepan. Kalo pun negatif hamil diluar kandungan berarti janin saya positif mengalami abotrus spontan yang mungkin dikarenakan kondisi kandungan yang lemah.

Kalo pun positif hamil diluar kandungan, berarti harus dilakukan tindakan operasi karena dapat menyebabkan kematian pada si ibu. 


Kejadian (keguguran) itu membuat saya dan BH mengambil banyak sekali hikmah setelahnya. Setidaknya Allah mengizinkan saya merasakan menjadi ibu hamil selama 6 minggu. Merasakan nyeri pada (maaf) buah dada yang berkepanjangan, perut kembung, masuk angin tak berkesudahan, mual, dan lain-lain. Merasakan di USG, merasakan lebih dimanja oleh suami sendiri, dimanja oleh mamah sendiri, oleh mertua dan lain sebagainya.


BH pun kesininya menjadi semakin perhatian dengan saya, seperti lebih sering memberi kecupan kening dan pipi, mengelus kepala saya dengan penuh hangat sebagai bentuk supportnya ke saya tiap kali BH melihat saya, serta semakin lebih memanjakan saya. Masa-masa sulit itu saya lewati bersama BH dengan sangat baik.


Hikmah lainnya adalah Allah membulatkan tekad saya untuk resign dari pekerjaan kantoran saya saat ini. Jauh sebelum saya mengetahui kalau saya hamil. Hari itu sewaktu BH sepulang kerja, tiba-tiba saja BH meminta saya untuk resign, alasannya karena Allah. BH selama ini belum enggan menyuruh saya menjadi Ibu Rumah Tangga karena 1 hal, karena takut akan kondisi keuangan kami yang nantinya akan kekurangan. Namun entah kenapa tiba-tiba dengan kondisi seperti itu BH merasa bahwa dia telah kufur nikmat kepada Nikmat Allah. Seakan tidak percaya bahwa rizki itu sudah Allah yang mengatur. Maka tepat setelah saya keguguran saya meng-IYA-kan keinginan BH kepada saya untuk segera resign.

Insyallah rejeki sudah ada yang mengatur, siapa tau keguguran itu Allah atur supaya saya menuruti perintah suami saya untuk menjadi Ibu Rumah Tangga. Karena kemungkinan sebenarnya saya masih betah menjadi wanita kantoran. hehehe.
Niat suami saya menyuruh saya resign karena Allah, maka apabila saya membangkang malah kualat nanti bisa-bisa. Wallahuallam...

"Menikah itu tujuannya Ibadah, ladang pahalanya seorang istri adalah mengurus rumah tangga, suami, dan anak-anaknya dengan ikhlas dan sabar"

Alhamdulillah BH adalah seorang suami yang hebat menurut saya. Dia seorang pekerja keras, jadi saya tidak perlu khawatir untuk kedepannya. Dan resign bukanlah akhir dari segala-galanya moms. Kita masih bisa mencari kesibukan lain meskipun dasteran hehe. Insyaallah ada project yang akan saya kerjakan setelah saya resign. Jadi, saya percaya Allah SWT akan mencukupkan rezeki, cukup... bukan berarti kurang bukan lebih. :)

Hijrah saya... :)
Bagi yang masih menjadi wanita karir, saya saluuuuttttt! dibalik keteguhan membantu suami mencari nafkah, saya tau didalam lubuk hati pasti sakit sekali meninggalkan anak dirumah. Semoga kalian selalu diberikan kekuatan dan kesehatan. 

Mari kita berjuang dijalan masing-masing, berjuang dengan keyakinan kita yaa...
Sama-sama seorang istri, dan bagi yang sudah menjadi ibu, harus saling mendukung...    

Dan kabar baiknya setelah saya melewati masa observasi dengan dokter obgyn saya yaitu adalah rahim saya sudah bisa untuk melakukan pembuahan lagi setelah dokter memastikan semua baik & sehat, jadi saya sudah bisa hamil lagi sekarang tanpa harus menunggu masa pemulihan pasca keguguran yang biasanya harus menunggu sampai 2 atau 3 bulan . Maha Besar Allah....


Saya dan BH meminta doa teman-teman sekalian, untuk mendoakan kami agar kami bisa secepatnya dikaruniai keturunan kembali. Keturunan yang saleh, kuat, sehat, sempurna dari sisi Allah SWT. Amin.. Amin..ya Rabbal Allamiin...Semoga Allah SWT senantiasa membalas segala kebaikan teman-teman semuanya..

Saya dan BH juga ingin meminta maaf apabila selama ini ada sikap-sikap kami yang menyakiti perasaan teman-teman, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.. 

Salam,

Wassalamualaikum wr.wb
                                                   






0 komentar:

Posting Komentar