Senin, 10 Juli 2017

TRISEMESTER KEDUA (2)

Tepat diusia kehamilan yang memasuki trisemester ke-2, Sehari setelah saya kontrol terakhir dengan dr. Farsya di RSIA Bunda Menteng, saya harus dilarikan ke emergency RS Pondok Indah Puri Indah oleh suami saya. Dimana setelah seharian saya meriang, walaupun sempet dikuatin nonton dibioskop (dengan keadaan menggigil, untung saat itu sedang nonton di premier sehingga saya bisa tiduran dan selimutan selama film diputar). Suami yang panik karena saya demam tak kunjung turun (sudah minum paracetamol, dikompres, selimutan,dll) akhirnya BH membawa saya ke RS pukul 10 malam. (mumpung saya masih bisa jalan dan sadar). 

Dari hasil test kemungkinan saya mengalami infeksi dimana kadar bakteri saya saat itu tinggi, tapi karena cepat di ambil tindakan sehingga dokter tidak bisa melihat infeksi tersebut berasal dari mana, apalagi saya memiliki pengalaman keguguran, jadi dokter benar-benar instensif merawat saya. Dan dokter juga berasumsi bahwa saya mengalami dehidrasi karena sebulan kemarin saya benar-benar dibikin muntah tanpa jeda oleh si hormon. Beruntunglah keadaan janin saya saat itu tidak berpengaruh dan dalam keadaan sehat. Saya dirawat selama 4 hari, dimana yang mengetahui saya dirawat hanya keluarga ini saya dan suami saja. Alasannya simple, supaya saya benar-benar bisa istirahat total, demi si buah hati didalam kandungan.

Displaying IMG_6928.JPG

Displaying IMG_6929.JPG

Displaying IMG_6933.JPG

Displaying IMG_6935.JPG

Displaying IMG_6941.JPG

Displaying IMG_6945.JPG

KEHAMILAN 13-16 MINGGU (4 bulan)
Alhamdulillah sepulang saya dirawat, muntah saya benar-benar hilang secara perlahan. Dari mulai sehari hanya 1x muntah, dan besok-besoknya sudah benar-benar hilang. Tinggal menyisakan mual pada sore hari. Karena mual ini benar-benar mengganggu saya menjadi tidak nafsu makan, akhirnya saya memutuskan tiap kali mual yang tidak tertahankan saya memutuskan meminum obat narfoz 4mg, agar makanan bisa masuk demi si jabang bayi. 

KEHAMILAN 17-20 MINGGU (5 bulan)
Masuk usia kehamilan 20 minggu, mual pada sore hari sudah jarang, tetapi ketika saya aktif bicara atau sekedar ada acara kumpul keluarga setelahnya saya mudah merasa engap dan mual. Alhasil saya memutuskan meminum narfoz 4mg hanya saat ketika saya ada acara yang mengharuskan saya berinteraksi/sekedar pergi makan ke mall. 

oya selagi saya bisa tahan saya akan lebih memilih untuk tidak meminum obat, Kecuali disaat saya benar-benar tidak bisa menahannya, dan tidak sembarang obat juga yang saya minum, semua obat yang aman dan diperbolehkan untuk ibu hamil serta juga sudah di konsultasikan dengan dokter obgyn saya. Obat-obatan yang dimaksud yaitu :
-- PANADOL BIRU (bukan yang merah ataupun yang hijau)
untuk pusing, mulai flu, atau mulai demam

-- SANMOL (paracetamol)
kalau bu-ibuk yang hamil pasti tau kalau sanmol adalah paracetamol yang aman untuk ibu hamil. Saya biasa meminum sanmol ketika badan saya benar-benar dalam keadaan meriang/demam. Bisa diminum sampai 3x dalam sehari tergantung demam yang diderita ibu hamil.

-- CDR
Suplemen ini juga aman untuk ibu hamil, plus tertera di kemasan kalau ibu hamil boleh meminum ini. Saya minum CDR ketika saya sudah mengalami flu yang benar-benar harus di tebas seperti yang sudah mengganngu pernafasan, paling banyak saya minum itu 2x dalam sehari, jika sudah mendingan saya akan minum cukup 1xsehari.

-- NARFOZ 4mg / 8mg
Obat mual ini aman untuk ibu hamil, harganya bervariasi, kalau yang generik lebih murah, kalau yang paten lebih mahal, tapi khasiat sama saja bisa mengatasi mual. Saya minum ini ketika saya benar-benar dalam keadaan mual yang bikin segala-galanya jadi gak enak hehe, tapi biasannya sehari hanya sekali dan setelah masuk trisemster ke-2 udah jarang-jarang minum, hanya sesuai kebutuhan mendesak saja. Awalnya saya beli di apotik century karena mahal, dan saya awal semester 1 lebih sering minum obat mual,, jadi saya akhirnya beli yang di apotik generik lebih murah setengah harga plus ditambah diskon member jadi makin murahh hehe. Awal semester satu saya meminum yang 8mg dosisnya tapi tetep gak mempan, dan untuk kesininya cukup yang 4mg sudah mempan.

Catatan : walaupun obat-obatan diatas di perbolehkan dan aman dikonsumsi ibu hamil serta sesuai anjuran dokter spog. Saya tetap batesin minumnya. Misal dirasa bener-bener gak kuat sama yang dirasa pasti saya langsung meminumnya gak ada pilihan lain. Tapi selagi bisa ditahan atau diatasi sementara dengan perbanyak air putih/minum madu/makan buah itu lebih bagus. 
Kalaupun saya harus meminum obat-obatan tersebut, saya juga batasi kalau bisa sehari hanya 1 kali saja tidak lebih. Tapi untuk bu ibuk hamil lainnya alangkah baiknya tetap konsultasi terlebih dulu lagi ke dokter obgyn kalian ya, karena masing-masing ibu hamil beda-beda kondisi fisiknya.


KEHAMILAN 21-24 MINGGU (6 bulan)
Masuk kehamilan 21 minggu keatas kondisi fisik saya makin kuat dari sebelumnya, mual juga semakin jarang sekali. Akhirnya saya dan BH memutuskan untuk babymoon diusia kehamilan jalan 6 bulan, karena takut semakin besar saya semakin gak bisa lagi menikmati jalan-jalan hehe. 
Babymoon ke garut so far so good, tidak ada kecemasan yang berarti. P3K yang saya bawa biasanya kemanapun saya pergi keluar rumah yaitu :
1. Bantal
untuk mengganjal pinggang selama perjalanan di mobil
2. Selimut
karena saya masih kurang merasa gak enak dengan angin dari AC, jadi biasanya saya gunakan selimut untuk menutup bagian perut dan dada supaya tidak cepat masuk angin
3. Obat-obatan
narfoz 4mg, sanmol, panadol biru, minyak kayu putih, hot in cream untuk pegal-pegal dan salep alergi saya.
4. Termometer
karena trauma demam tinggi jadi saya selalu siapkan ini ketika sudah mulai demam, jadi saya bisa mengontrol demam yang saya alami.

Pokoknya 4 item itu kudu harus banget saya bawa tiap saya pergi keluar rumah dan siap sedia di tas/dimobil.

0 komentar:

Posting Komentar